Jamur tiram (pleurotus ostreatus) merupakan sayuran yang maasuk dalam golongan tanaman yang tidak berdaun. jamur tiram banyak diolah baik sebagai masakan maupun sebagai kripik, selain itu jamur tiram juga memiliki manfaat antara lain dapat menurunkan kolesterol, sebagai anti bacterial dan anti tumor.

Budidaya jamur tiram saat ini semakin banyak berkembang di petani. Namun, tidak semua melakukan budidaya dengan baik dan benar sehingga hasil yang didapat belum optimal. oleh karena itu diperlukan perbaikan dalam tehnik budidaya mulai dari pemilihan lokasi, pembuatan media, inokulasi, produksi, pemeliharan maupun panen.Dengan demikian diharapkan agar petani akan dapat meningkatkan produksi yang bermutu dan berdaya saing untuk memenuhi kebutuhan pasar.

I. Pemilihan lokasi 

Memilih dan menentukan lokasi tanam yang sesuai dengan persyaratan tumbuh jamur tiram untuk mendapatkan lokasi yang sesuai dengan persyaratan usaha jamur tiram :

  • Ketinggian tempat 200 – 600 m dpl
  • Suhu udara 26 – 31 c
  • Lahan produksi dekat dengan sumber bahan baku media tanam
  • Terdapat sarana jalan untuk memudahkan transfortasi

II. Pembuatan Kumbung

Kumbung adalah bangunan tempat tumbuhnya jamur tiram yang terbuat dari bambu atau kayu dengan ketinggian kumbung paling pinggir 3 m. berpentilasi baik didalamnya tersusun rak rak tempat media tumbuh log jamur tiram. Ukuran kumbung bervariasi tergantung luas lahan yang dimiliki tujuannya untuk menyimpan baglog sesuai dengan persyaratan tumbuh yang dikehendaki jamur tersebut . Baglog adalah kantong plastik trasparan yang berisi campuran media tanam jamur.

Pentilasi dibuat dengan tujuan untuk sirkulasi udara di dalam kumbung. Rak dalam kumbung disusun sedemikian rupa sehingga memudahkan dan menjaga sirkulasi udara. Jarak di dalam rak antara 60 – 70 cm, lebar rak 30 – 40 cm, tinggi rak maksimal 2 m. Pada tumbukan baglog setiap sab  terdapat maksimal  4 baris baglog. Panjang rak di sesuaikan dengan kondisi ruangan. baglog disusun secara horizontal maupun vertikal sesuai dengan lokasi. Penyusunan baglog secara vertikal cocok untuk daerah yang memiliki kelembapan tinggi, sedangkan penyusunan secara horizontal lebih cocok untuk daerah yang lebih kering.

 

 

 

PEMBUATAN MEDIA

       Media tumbuh jamur tiram adalah serbu kayu yang merupakan limbah sawmill. serbuk kayu gergaji yang dipilih berasal dari pohon kayu lunak seperti : sengon laut, durian dan kayu karet tujuannya agar jamur dapat dengan mudah menyerap makan sebab kayu lunak mempunyai kadar lignin yang rendah. sebelum digunakan terlebih dahulu dilakukan pengayakan dengan menggunakan ayakan untuk menyaring serbuki gergaji yang berukuran besar sehingga diperoleh serbuk gergaji kayu yang halus dengan ukuran yang seragam.

Bahan yang diperlukan :

  • Serbuk gergaji -> media tumbuh jamur tiram
  • Dolomit ->untuk mengatur Ph 6-7
  • Bekatul atau dedak padi  -> nutrisi untuk pertumbuhan jamur
  • air ->  mengatur tingkat kelembaban medai

semua bahan dicampur menjadi satu secara merata dengan komposisi :

  • Serbuk gergaji 100 kg
  • dolomit 4 kg
  • bekatul 13 kg
  • air 80 liter

setelah media tercampur secara merata tutup dengan terpal diamkan selama 24 jam atau sering disebut dengan pemeraman tujuannya menguraikan senyawa-senyawa komplek dengan bantuan mikroba agar diperoleh senyawa-senyawa yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah di cerna oleh jamur dan memungkinkan pertumbuhan jamur yang lebih baik. dalam proses pemeraman suhu akan naik menjadi 50 C , sedangkan kadar air yang baik adalah 60% atau biasa ditandai dengan gumpalan yang mudah dikepal dengan tangan tapi tidak mudah hancur, pH normal berada di kisaran 6-7 dikondisi ini miselium jamur dapat tumbuh dengan baik.

 

I. Pengisian Media ke kantung plastik (baglog)

Pengisian media serbuk yang telah di peram  kedalam plastik polipropilen (PP) dengan kepadatan tertentu agar miselium jamur dapat tumbuh dengan maksimal dan menghasilkan panen yang optimal dilakukan dengan mesin press atau dapat pula menggunakan botol sebagai alat memadatkan. setelah padat ujung plastik di ikat menggunakan karet ataupun tali rafia.

II. Sterilisasi

Sterilisasi adalah suatu proses yang dilakukan untuk mematikan mikroba, baik bakteri maupun spora jamur liar yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam, tujuannya mendapatkan serbuk kayu yang steril bebas dari mikroba dan jamur lain. strerilasasi dilakukan pada suhu 90-100 C selama 5-7 jam

III. Inokulasi

Setelah disterilsasi baglog dipindahkan ke ruangan inokulasi yang sudah dibersihkan dahulu , sebelum di inokulasi baglog di biarkan dingin hingga suhu baglog 30-35 C

Inokulasi adalah kegiatan proses pemindahan sejumlah kecil miselium jamur dari biakan induk kedalam media tanam yang sudah disediakan, tujuannya adalah menumbuhkan miselium jamur pada media tanam jamur hingga menghasilkan jamur siap panen.

syarat inokulasi :

  • Media tanam ( baglog) harus sudah dingin dan steril
  • benih jamur tiram (f2) yang digunakan haruslah jelas asal usulnya sehingga dapat ditelusuri dan telah diketahui sifat keunggulannya, berasal dari pembibit yang terpercaya
  • f2 bebas dari mikroba kontaminan  dan sehat, yang ditandai dengan miselium tumbuh merata, warna seragam dan tampa kontaminasi
  • tidak mengalami kelainan fisik secara visual yang kemungkinan mempengaruhi kualitas
  • dilakukan diruangan yang bersih
  • peralatan yang digunakan harus lah steril
  • dilakukan oleh petugas yang terjaga kebersihannya
  • pelaksanaan inokulasi harus cepat agar tidak terkontaminasi

alat yang diguanakn :

  1. Benih jamur tiram
  2. media tanam ( baglog)
  3. Alkohol 70%
  4. lampu spitus
  5. spatual
  6. kertas koran
  7. masker
  8. karet
  9. selang cincin baglog

 

 

IV. Inkubasi

Proses penempatan media tanam yang telah diinokulasi pada kondisi ruang tertentu agar miselium jamur tumbuh dinamakan inkubasi. tujuannya agar mendapatkan pertumbuhan miselium yang serentak.

syarat inkubasi :

  1. suhu ruangan untuk pertumbuhan miselium jamur anatara 28-30 C
  2. kelembaban ruangan 60-70%
  3. inkubasi dilakukan selama 20-30 hari hingga seluruh permukaan media tumbuh baglog berwarna putih
  4. tidak terkena matahari secara langsung
  5. susunan baglog tidak terlalu padat
  6. apabila setelah satu minggu tidak terdapat pertumbuhan miselium jamur atau kemungkinan  besar tidak tumbuh lebih baik baglog dimusnahkan atau di daur ulang lagi

Setelah baglog putih nya 50-100% siap untuk dipindahkan ke kumbung jamur.