Jamur tiram adalah termasuk dalam kelompok Basidiomycota, disebut jamur tiram karena bentuk tajuknya menyerupai kulit tiram, berwarna putih berbentuk setengah lingkaran. Di alam bebas, jamur tiram putih biasa ditemukan pada batang-batang kayu yang sudah lapuk. Mungkin karena itu, jamur tiram sering disebut jamur kayu.

Bagi ibu – ibu rumah tangga yang memilih alternative usaha rumahan, budidaya jamur tiram salah satu pilihan yang kreatif, selain bisa dikerjakan di rumah juga dapat menghasilkan tambahan uang belanja dari hasil budidaya jamur tiram, Ibu – ibu bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk kumbung jamur atau bagian sisi rumah yang letaknya agak lembab untuk dapat di manfaatkan sebagai kumbung jamur tiram.

Kumbung adalah rumah jamur adalah tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. kumbung biasanya berupa sebuah bangunan, yang diisi rak-rak untuk meletakkan baglog. Bangunan tersebut harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban. Kumbung biasanya dibuat dari bambu atau kayu.

Dinding kumbung bisa dibuat dari gedek atau papan. Atapnya dari genteng atau sirap. Jangan menggunakan atap asbes atau seng, karena atap tersebut akan mendatangkan panas. Sedangkan bagian lantainya sebaiknya tidak diplester. Agar air yang digunakan untuk menyiram jamur bisa meresap. Di dalam kumbung dilengkapi dengan rak berupa kisi-kisi yang dibuat bertingkat. Rak tersebut berfungsi untuk menyusun baglog. Rangka rak bisa dibuat dari bambu atau kayu.
Rak diletakkan berjajar. Antara rak satu dengan yang lain dipisahkan oleh lorong untuk perawatan, ukuran ketinggian ruang antar rak sebaiknya tidak kurang dari 40 cm, rak bisa dibuat 2-3 tingkat. Lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter. Setiap ruas rak sebesar ini bisa memuat 70-80 baglog.

Keperluan rak disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan, apabila ibu – ibu dirumah tidak memiliki dana yang cukup untuk membuat kumbung maka bisa memanfaatkan ruangan yang tidak terpakai disisi bagian rumah untuk di jadikan rumah kumbung, syaratnya harus kondisi lembab dan jangan bercampur dengan kamar atau ruangan dimana penghuni rumah aktif dalam beraktifitas di ruangan tersebut, karena spora jamur yang mulai tumbuh akan membahayakan paru – paru jika terus menerus dihisap.

Sebelum memulai usaha budidaya jamur tiram maka alangkah lebih baik jika kita mengetahui hal – hal yang perlu dipelajari dari media tumbuh dan kondisi jamur tiram, dengan tujuan agar pertumbuhan spora dalam baglog dapat berkembang baik dan mengjhasilkan jamur tiram dengan kualitas yang baik.

Baglog adalah media tumbuh bibit jamur tiram yang masih spora, adapaun baglog terbuat dari Serbuk gergaji,dedak halus, tepung kanji/aci/sagu, kapur (CaCO3) atau dolomite atau kalsit atau kalsium, pupuk NPK, air dan bibit jamur. Biasanya penyedia baglog sudah tahu takaran yang disediakan dalam satu media tumbuh jamur.
Adapun hal – hal yang harus di perhatikan dalam budidaya jamur adalah :

1. Temperatur atau Suhu Ruangan Kumbung

Pada saat pembibitan atau pertumbuhan spora maka suhu antara 23-28 °C agar serat “miselium” yang berada pada jamur tiram akan tumbuh subur dengan baik. Meskipun begitu, Suhu Temparatur di bawah 23 °C, Jamur tiram Putih tersebut masih bisa tumbuh subur walau dengan masa pertumbuhan yang lambat.

Dan pada saat mulai tumbuh buahnya agar pertumbuhannya berbentuk cangkang tiram, harus di perlukan temperature suhu dengan kisaran 13-15 °C dalam jangka waktu 2 smpai dengan 3 hari. Jika hasil suhu rendah maka hasil pertumbuhan pastinya tidak akan terjadi, dengan hasilnya tersebut dapat disimpulkan bahwa bila ingin hasil yang baik tentunya

2. Suhu Temperature Harus Normal

Suhu ruangan pada saat pertumbuhan spora dan pada saat berkembang agak sedikit berbeda, karena pada saat menumbuhkan bibit jamur menjadi spora suhu agak lebih hangat dan sejuk sedangkan pada saat pertumbuhan buah maka suhu ruangan agak sedikit lembab dan sejuk agar buah/kembang jamur tiram bagus dan menyerupai cangkang tiram.

3. Faktor Kelembapan

Untuk pertumbuhan serta perkembangan jamur tiram ini di perlukan banyak kandungan air pada subtract. Jika air yang di perlukan tidak sesuai atau sedikit maka pertumbuhan Jamur tiram akan terganggu bahkan tidak akan menglami pertumbuhan, terlalu banyak air pun tidak di sarankan karena akan cepat membusuk lalu mati.

Cara yang terbaik untuk memberikan kandungan air di subtract jamur tiram adalah dengan cara menyiram. Penyiraman di sesuaikan dengan kelembapan ruangan, apabila ruangan suhunya agak meningkat maka penyiraman dilakukan pagi dan sore, akan tetapi apabila suhu kumbung dingin maka penyiraman cukup dilakukan sekali di sore hari, seperti yang kita tahu bahwa jamur akan cepat berkembang dan tumbuh jika kondisi tempat tersebut dalam keadaan lembab, namun juga air tersebut tidak berlebihan.

Sekitar 60% yang di butuhkan pada subtract agar pada Miselium jamur tiram tumbuh tumbuh dengan baik. Namun untuk perangsangan pertumbuhan tunas dan juga tubuh buah, kelembaban udara yang di perlukan antara 75-85 %.

4. Sinar/Pencahayaan

Agar pertumbuhan Miselium jamur tiram ini tumbuh maka baglog jamur tidak boleh terkena sinar matahari dan sekitar kumbung harus dalam keadaan remang – remang, karena itu itu dalam membudidayakan jamur tiram ini harus memiliki kumbung tempat untuk berkembangnya bibit jamur tiram, Cahaya sebenarnya sangat di perlukan dalam merangsang tumbuhnya tubuh buah akan tetapi hanya sedikit dan ini bidsa di dapat dari celah celah dinding kumbung yang terbuat dari anyaman bamboo/gedek.

5. Udara

Oksigen juga berperan penting sebagai senyawa dalam pertumbuhan bagi jamur tiram putih yang merupakan tanaman saprofit fakultatif aerobic. Dengan sirkulasi udara yang lancar akan dengan mudah menerima pasokan oksigen dengan baik. Jadi, jika oksigen udara dimana tempat budidaya Jamur Tiram ini akan mengakibatkan kurangnya pertumbuhan bagi jamur tiram tersebut, dari itu dinding kumbung paling baik menggunakan anyaman bamboo selain dapat menjaga kelembaban dinding anyaman bamboo juga dapat memberikan sirkulasi oksigen dari luar kumbung lancar.

6. Derajat Keasaman (pH)

pH media yang diperlukan untuk perkembangan jamur tiram sedikit asam yakni antara 5,0-6,5 disini miselium jamur tiram putih akan tumbuh subur dengan maksimal. Jadi yang di perlukan dalam memproduksi metabolism dari jamur tiram putih adalah dengan pH Medium.
Dalam menyusun baglog jamur juga ada aturannya yaitu baglog disusun pada rak dengan susunan secara harizontal, dimana mulut keluarnya jamur jangan sampai tertutup tapi dibuat sebelum di susun maka cincin penutup mulut baglog di buka terlebih dahulu agar tidak menghambat pertumbuhan jamur yang sedang berkembang, jika disusun secara vertikal maka baglog akan menyerap air lebih banyak yang berakibat menghambat perkembangan tumbuh jamur akan akhirnya dapat mengganngu tumbuh buah dengan maksimal. Baglog yang sudah disusun di rak juga tidak boleh dipindah pindah lagi, karena akan menghambat tumbuhnya miselium jamur bahkan miselium jamur bisa mati atau tidak maksimal pertumbuhannya.

Dalam satu periode pertumbuhan jamur tiram sampai masa kembangnya habis biasanya memerlukan waktu 4 bulan, untuk baglog ibu – ibu dapat membelinya seharga Rp. 2300 – Rp.3000/log, baglog yang tersedia biasanya sudah berumur sekitar 2 minggu dan sudah mulai berwarna putih pada sebagian baglognya, itu menandakan miselium mulai berkembang menjadi spora, ibu – ibu tinggal menyusun baglog tersebut dengan sistem harizontal, dan menjaga suhu, kelembapan dan kondisi ruangan kumbung tetap stabil sesuai yang diperlukan untuk tumbuh kembang miselium berkembang.

Dalam waktu 2 minggu sampai 4 minggu biasanya miselium sudah tumbuh dan berkembang dan menghasilkan jamur tiram yang siap di petik dan di konsumsi/di distribusikan kepada pedagang. Jamur tiram ini bisa berkembang pagi – sore dan dapat di panen setiap hari dengan masa panen antara 2,5 – 3 bulan, setiap log memproduksi jamur tiram yang bervariasi.
Dari pengalaman usaha jamur tiram yang pernah penulis jalani untuk 25

.000 baglog dapat menghasilkan laba bersih antara 5 – 6 juta perminggu dengan asumsi tidak terjadi bencana atau perubahan iklim yang ekstrim dan untuk pemasaran biasanya sudah diambil oleh pengepul dengan harga perkilonya Rp.15.000. Usaha budidaya jamur tiram ini cukup menjanjikan, alternative pilihan untuk ibu – ibu yang ingin berwiraswasta dirumah, karena ibu – ibu masih mempunyai waktu luang buat mengurus rumah tangga dan anak – anak dirumah.

“SELAMAT MENCOBA

 

Budidaya Jamur Tiram Rumahan

Navigasi pos


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *